Seni musik orkestra
Musik Orkestra: Sejarah, Jenis, dan Alat Musiknya
Apa itu musik orkestra? Berikut penjelasan tentang pengertian orkestra, sejarah, jenis-jenis, dan daftar alat musiknya.
Ahmad Efendi
Terbit 24 Mar 2025 12:30 WIB,
Diperbarui 11 Sep 2025 13:03 WIB
Donasi Bencana Sumatera
Musik Orkestra: Sejarah, Jenis, dan Alat Musiknya
Penampilan musik orkestra Jakarta City Philharmonic bertema Rusia: St. Petersburg The Mighty Handful di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis, (4/5). tirto.id/Andrey Gromico
tirto.id - Musik orkestra adalah salah satu jenis permainan musik yang dibawakan secara berkelompok. Secara umum, pertunjukan musik orkestra biasa dimainkan pada musik-musik klasik.
Jenis musik orkestra ini pertama-tama lebih sering ditampilkan di hadapan para elit atau bangsawan. Seiring berkembangnya zaman, musik orkestra mengalami berbagai pertambahan alat musik maupun jenisnya.
Lantas, apa itu pengertian orkestra, sejarah kemunculan, jenis-jenis, dan contoh alat musiknya? Untuk mengetahui tentang beberapa hal tersebut, Anda bisa membaca keterangan yang terlampir di bawah ini.
Pengertian Musik Orkestra
Pengertian orkestra sebagai salah satu cara memainkan musik berasal dari bahasa Yunani kuno, yang diterjemahkan “tempat menari”. Secara istilah, ia merujuk pada lokasi paduan suara bangsa Yunani, bernyanyi, atau menari.
Pada abad ke-17, komposisi penggunaan alat musik yang tergabung dalam sebuah orkestra menjadi sangat beragam. Perbedaan itu berlaku dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya.
Sebut misalnya jenis alat musik petik lebih banyak dimainkan di Italia, Perancis, dan Inggris. Kemudian beberapa jenis alat musik orkestra tiup lebih sering digunakan di Jerman.
Namun, pada abad 18, kata orkestra menjadi sebutan bagi para musisi itu sendiri. Orkestra sendiri dapat memainkan berbagai repertoar seperti simfoni, overture, musik opera, ballet, dan sebagainya.
Seiring perkembangan jaman, saat ini banyak yang memainkan musik pop, tradisional, dan musik untuk film dalam aransemen orkestra.
Sejarah Musik Orkestra
Melansir Ensiklopedia Jakarta, sejarah orkestra pertama kali hanya ditampilkan bagi kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan. Bahkan, mereka mempekerjakan grup orkestra dan komposernya sendiri.
Saat itu, kelompok orkestra hanya boleh tampil secara khusus bagi golongan-golongan elit. Berlanjut sampai dengan awal abad ke-18, di mana konser publik belum pernah dilakukan karena orkestra masih dimiliki kalangan atas yang eksklusif.
Sebenarnya, orkestra pertama terbentuk tahun 1607 oleh Claudio Monteverdi. Dalam opera Orfeo, ia bermain bersama 40 musisi yang memainkan string, flute, cornetts dan trombone.
Dalam kurun waktu satu abad, orkestra mengalami perkembangan seiring jenis alat-alat musiknya yang terus bertambah. Pada era Baroque berkisar tahun 1600-an sampai 1750, musik yang ditampilkan hanya menggambarkan satu emosi saja.
Hal itu berdampak pada susunan musisi dalam orkestra. Bentuknya menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 6 biola, 3 viola, 2 celo, dan harpsichord.
Pada masa inilah muncul cikal bakal orkestra modern termasuk opera. Sejarah orkestra kemudian berlanjut pada 1725, tepatnya ketika muncul sebuah konser publik di Perancis yang bertajuk “Concerts Spirituels”.
Pada masa ini pula muncul dua orang komposer yang akhirnya benar-benar berdiri sendiri dan tidak bekerja di bawah kelompok bangsawan. Mereka adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig Van Beethoven.
Musik yang diciptakan oleh kedua komposer itu umumnya membutuhkan musisi hingga 40 orang. Pada akhir abad ke-18, konser publik sudah sering diselenggarakan meskipun harga tiket yang ditawarkan cukup tinggi.
Namun demikian, pada zaman Mozart dan Haydn, para penonton tidak duduk diam seperti sekarang. Mereka bisa menikmati musik sekaligus makan, minum, bercakap-cakap, dan tidur di tengah jalannya pertunjukan.
Memasuki masa modern di abad ke-20, berbagai macam teknik dan improvisasi sering dilakukan oleh para komposer tanpa meninggalkan unsur klasiknya. Konduktor semakin dikenal layaknya selebritis, karena ia memiliki tanggung jawab lebih banyak dan masyarakat lebih mudah mengenali sosok seorang komposer dan konduktor orkestra.
Di Indonesia, orkestra hadir berkat adanya interaksi dengan bangsa-bangsa barat. Pada abad ke-16, banyak pedagang asal Portugal dan negara Eropa datang ke Indonesia.
Para musisi kapal yang datang bersama mereka memberikan penampilan kepada raja atau penguasa setempat. Kemudian musik barat ini mempengaruhi perkembangan budaya di lingkungan istana di Jawa.
Jenis-Jenis Musik Orkestra
Musik orkestra diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik permainannya masing-masing. Jenis musik orkestra ini dilihat dari alat musik yang dimainkan, ragam karya, hingga jumlah pemainnya.
Berikut ini sejumlah jenis dan contoh musik orkestra.
1. String Orchestra atau Orkes Gesek
Seperti penyebutannya, pengertian orkestra yang termasuk orkes gesek menggunakan alat musik gesek sebagai alat utamanya. Oleh sebab itu, orkes ini tidak menggunakan alat musik lain.
2. Simphony Orchestra
Perlu diketahui bahwa jenis musik orkestra simfoni sudah dikenal sejak abad ke-15 silam. Adapun jenis karya simfoni ini diklaim memenuhi syarat sebagai salah satu standardisasi orkes besar.
3. Chamber Orchestra atau Orkes Kamar
Berbeda dari jenis-jenis orkestra sebelumnya, orkes kamar kerap dimainkan dalam skala yang lebih kecil. Lantaran pemainnya berjumlah sedikit dan ruangnya kecil, jenis musik orkestra ini disebut orkes kamar.
4. Theater Orchestra
Jenis musik orkestra yang termasuk theater orchestra merujuk pada permainan musik yang menambahkan alat musik saxofon dan combo band. Selain itu, termasuk pula sebagai karya simfoni.
5. Philharmonic Orchestra
Berbicara tentang penggunaan alat musik orkestra, jenis musik philharmonic orchestra lebih kompleks. Musik simfoni yang disebutkan sebelumnya, akan dilengkapi dengan alat yang lebih beragam.
6. Cosmopolitan Orchestra
Dari sejumlah jenis musik orkestra di atas, cosmopolitan orchestra menggunakan cara yang lebih beragam lagi. Alatnya diklaim lebih lengkap, baik itu alat simfoni dan alat musik tradisional.
Alat Musik Orkestra
Alat musik yang umumnya digunakan dalam orkestra adalah alat musik gesek, tiup, dan pukul. Bukan hanya itu, musik orkestra juga kerap diiringi dengan suara vokal solo maupun grup.
Berikut sejumlah alat musik yang sering digunakan dalam pertunjukan musik orkestra.
Alat musik gesek: violin, piccolo, biola (alto, pompossa, contrabass), dan cello
Alat musik tiup: klarinet, saxofon, flute, trumpet, harmonika, tuba, dan lain sebagainya.
Alat musik pukul: drum, vibrafon, tabular bells, dan lain-lain.
Baca juga:
Ketimpangan Gender di Dunia Musik Klasik
Kidung Etnosia: dari Gunungkidul Membumikan Orkestra Campursari
Indra Lesmana Kritik Pemain Orkestra Musik Indonesia Raya di Istana
Infografik SC Musik Orkestra
Infografik SC Musik Orkestra. tirto.id/Quita
Baca juga artikel terkait ALAT MUSIK atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi
tirto.id - Edusains
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Yuda Prinada
Siswa
Lebih banyak
Siswa
20 jam lalu
Bacaan Text Ikrar Pelajar Indonesia 2026 dan Link Unduh PDF
Siswa
22 jam lalu
Rangkuman PPKN Kelas 8 Bab 4 Kurikulum Merdeka
Siswa
Sabtu, 24 Jan
Kisi-kisi TKA SD 2026 untuk Latihan Siswa
Siswa
Kamis, 22 Jan
Download Buku Bahasa Inggris Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka
Siswa
Rabu, 21 Jan
Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir dan Penjelasannya
Berita Utama
Halaman depan
News Plus
3 jam lalu
DSI Diduga Gelapkan Dana 15.000 Lender, Apa Pelajaran Kasus Ini?
Sosial Budaya
10 jam lalu
Prancis Siapkan Larangan Anak di Bawah 15 Tahun Akses Medsos
Binar
13 jam lalu
Cuti Melahirkan sebagai Jeda, Bukan Titik Henti Ibu Pekerja
Hukum
9 jam lalu
Nadiem Singgung Kebijakan Pengadaan Tablet di Era Muhadjir
Periksa Fakta
15 jam lalu
Hoaks Lowongan Pekerjaan BPJS Kesehatan 2026
Pilihan Editor
Sosial Budaya
12 jam lalu
Basarnas: Area Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 2.009 Meter
News
Senin, 26 Jan
Wacana RUU Disinformasi: Antara Kontra-Propaganda dan Represi
Diajeng
13 jam lalu
Merawat Penampilan sebagai Investasi untuk Diri Sendiri
Bisnis
16 jam lalu
Panduan Memilih HP yang Cocok untuk Konten Kreator di 2026
Hukum
9 jam lalu
Menteri LH Terima Audit Gag Nikel, Disanksi Denda Administrasi
Flash News
Lebih banyak
Flash News
14 menit lalu
Galian C Ilegal di Serang Ditutup Permanen Usai Tewaskan 2 Anak
Sosial Budaya
52 menit lalu
Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Dorong Ekspor Beras ke Saudi
Hukum
8 jam lalu
Bos Maktour Bantah Ikut Campur Pembagian Kuota Haji Tambahan
Hukum
9 jam lalu
KPK: Kesthuri Pengepul Uang Kuota Haji Tambahan untuk Kemenag
Hukum
9 jam lalu
Nadiem Singgung Kebijakan Pengadaan Tablet di Era Muhadjir
Hukum
9 jam lalu
Ngoceh Soal Purbaya-Partai K, Noel Diminta KPK Fokus Sidang
Hukum
9 jam lalu
Noel Sebut OTT KPK Sebagai Operasi Tipu-tipu
Hukum
9 jam lalu
Menteri LH Terima Audit Gag Nikel, Disanksi Denda Administrasi
Bisnis
10 jam lalu
Eksekusi Hotel Sultan Ditunda, Pemerintah Duga Upaya Ulur Waktu
Ekonomi
10 jam lalu
Purbaya akan Sidak ke Pabrik Baja Cina yang Mangkir Bayar Pajak
Hukum
10 jam lalu
Analis Bank Jateng Akui Kredit Sritex Cair Tanpa Audit Berlapis
Sosial Budaya
10 jam lalu
Tragedi Cisarua: Pemerintah Kaji Penyebab Longsor & Tata Ruang
Bisnis
10 jam lalu
Mediasi Buntu, 5 Pekerja Media Suara Merdeka Siapkan Jalur PHI
Sosial Budaya
10 jam lalu
Dahnil Minta Petugas Layani Jemaah Haji Lansia & Risti Maksimal
Sosial Budaya
10 jam lalu
Prancis Siapkan Larangan Anak di Bawah 15 Tahun Akses Medsos
Populer
1
Mozaik
20 jam lalu
Jejak WNI dalam Angkatan Bersenjata Asing
2
Hukum
Kamis, 22 Jan
KPK Ungkap Maidi Peras Pelaku Usaha Urus Perizinan di Madiun
3
Sosial Budaya
Minggu, 25 Jan
Longsor di Cisarua, Dede Yusuf: Lahan Dikelola Pengusaha Besar
4
Hukum
Sabtu, 24 Jan
Cegah Penipuan Digital, Ini Aturan Baru Registrasi Kartu Seluler
5
Umum
17 jam lalu
Fakta-Fakta Whip Pink, Alat Dapur yang Kerap Disalahgunakan
TirtoID on Google News
Ikuti tirto.id di
Google News
Ikuti WA Channel
TirtoID
Ikuti WA Channel
Cek Fakta
IFCN
Trusthworthy AMSI
Tentang Kami
Kontak
Redaksi
Pedoman Media Siber
Metodologi Riset
Iklan & Kerjasama
Rilis Pers
Aksesibilitas
Kebijakan Privasi
Kebijakan Cookies
Kirim Artikel
Peta Situs
IFCN
PT. Tirta Adi Surya
Jl. H. Saidi V No.2, RT.2/RW.2, Cipete Selatan, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410
redaksi@tirto.id
+62-21-27841852
Jernih Mengalir Mencerahkan
2026 © PT. Tirta Adi Surya
Ke atas
Komentar
Posting Komentar